Bagaimana memilih check valve yang tepat?
Memilih check valve yang tepat merupakan langkah utama untuk mencapai performa yang efisien dan dapat diandalkan dengan tetap meminimalisir konsumsi energi. Simak jenis-jenis check valve dan faktor kunci yang sesuai dengan aplikasi.
Jenis-jenis check valve
Memilih jenis, ukuran dan spesifikasi yang tepat untuk check valve bergantung pada kondisi lapangan karena penting untuk memastikan operasional yang bebas masalah dan mudah. Meski check valve standar memadai untuk banyak sistem, sistem pompa biasanya membutuhkan pilihan check valve yang sesuai guna memastikan pekerjaan yang optimal serta untuk menanggulangi masalah seperti arus balik.
Ball check valve
Ball check valve dikenal sederhana dan hemat biaya. Desain yang ringkas dan dengan tidak adanya bagian luar membuat ball check valve terjangkau dan sangat bisa diandalkan. Namun, ball check valve tidak memiliki indikator buka/tutup—yang mungkin akan menjadi kelemahan dalam aplikasi tertentu.
Karena desain bore yang halus, ball check valve biasanya digunakan pada aplikasi pengolahan air limbah. Bore penuh menjamin aliran yang tak terinterupsi, mencegah endapan padat yang menumpuk di bawah valve. Selain itu, mekanisme self-cleaning dari bola menyingkirkan risiko kotoran tersangkut di bola.
Swing check valve
Swing check valve merupakan jenis check valve yang paling umum. Harganya yang tidak mahal serta bergantung sepenuhnya pada aliran dan tekanan untuk beroperasi, sehingga tidak membutuhkan tenaga atau kontrol eksternal. Swing check valve tersedia dengan indikator buka/tutup dan dapat dilengkapi dengan lever dan pemberat atau lever dan pegas untuk pengawasan visual atau dengan perangkat yang memungkinkan feedback secara digital.
Desain swing check valve memberikan bukaan bore penuh, meminimalisir headloss. Swing check valve tepat digunakan pada sistem dengan risiko rendah gejolak tekanan. Karena desainnya inilah, swing check valve banyak digunakan pada aplikasi suplai air dan penanganan air limbah.
Faktor yang menentukan pemilihan check valve
Memilih check valve yang ideal untuk aplikasi tertentu bergantung pada beberapa kriteria. Tidak ada satu tipe check valve yang cocok untuk segala situasi, dan faktor-faktor di bawah ini perlu dipertimbangkan—meski bisa saja tidak semuanya penting bagi segala aplikasi. Dengan mengevaluasi faktor-faktor berikut dalam hubungannya dengan persyaratan sistem, Anda dapat memilih check valve yang menjamin keandalan performa, minim pemeliharaan dan efisien dalam operasional jangka panjang.
Kesesuaian cairan/fluida
Semua check valve yang disebut dalam artikel ini dirancang untuk mengalirkan air bersih dan olahan air limbah. Namun, untuk air limbah mentah atau mengandung kotoran padat yang mungkin saja memiliki dampak pada performa valve, diperlukan kehati-hatian dalam memilih desain juga kesesuaian material.
Jenis aliran
Check valve yang menutup dengan cepat dapat melindungi peralatan hulu (seperti pompa) dari kerusakan. Namun, tutupan cepat tidak akan melindung dari lonjakan arus tiba-tiba yang disebabkan oleh pompa yang menyala dan dimatikan. Jika valve terbuka (dan menutup) dengan cepat, aliran juga turut berubah dengan cepat sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya lonjakan. Pertimbangkan dinamika sistem guna memilih valve yang dapat menghindarkan risiko ini secara efektif.
Head loss
Head loss dipengaruhi oleh kecepatan aliran dan desain valve. Valve dengan bukaan yang tidak dibatasi meminimalisir head loss, dimana desain dengan bore menyempit meningkatkan kecepatan aliran dan, sebagai akibatnya, head loss. Ada beberapa satuan untuk menjelaskan head loss, diantaranya nilai zeta, Kv dan nilai Kvs.
Total biaya kepemilikan
Total biaya untuk check valve sebenarnya jauh lebih banyak dari harga beli barang itu sendiri. Biaya jangka panjang seperti pemeliharaan, perlindungan alat dan konsumsi energi juga sama pentingnya dengan harga pembelian dan biaya pemasangan.
Konstruksi valve sederhana biasanya tidak membutuhkan banyak pemeliharaan, dan semakin tinggi nilai Kv, semakin rendah pula konsumsi energinya.
Karakteristik non-slam
Hentakan check valve dapat mempengaruhi lonjakan tekanan. Pertama-tama ketika pompa berhenti, memulai lonjakan tekanan, dan kedua saat arus berbalik, menghentak check valve yang tertutup penuh. Jika check valve menutup terlalu cepat, energi kinetik yang ada akan berubah menjadi tekanan tinggi—menekan pipa dan menyebabkan suara bising.
Hentakan terdengar seperti ketika disc atau bola check valve menghantam dudukan, yang mana dapat menimbulkan kebisingan. Namun, penyebab kebisingan tersebut bukanlah suara penutupan valve, melainkan gelombang suara yang muncul dari lonjakan tekanan yang melebarkan dinding pipa.
Guna mencegah terjadinya hentakan check valve, valve harus ditutup dengan cara yang terkontrol serta penutupan harus diperlambat kala mendekati posisi tertutup. Hal ini membutuhkan peralatan tambahan, seperti peredam hidrolik, yang akan berperan seperti bantalan saat mendekati posisi menutup. Proses penutupan yang erkendali membuat cairan mengalir melalui check valve hingga ia menutup, meminimalisir energi kinetik yang nantinya dapat menjadi tekanan tinggi, dan lebih sedikit energi untuk memberi daya dan mempertahankan lonjakan.
Swing check valve memiliki disc pada arus aliran, membantu penutupan yang cepat, dan oleh karena itu memiliki karakteristik non-slam yang lebih baik. Namun, saat ini banyak pompa yang diubah frekuensinya, sehingga memungkinkan pompa untuk menyesuaikan waktu start-up dan penutupan untuk menghindari atau meminimalisir risiko water hammer.